Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Teknik Budidaya Tanaman Karet Unggul Yang Baik dan Benar

Komoditas Pertanian dan Perkebunan Indonesia

Budidaya tanaman karet diindonesia salah satunya terletak di pula sumatera dan kalimantan. Berbanggalah dan Bersyukurlah tinggal di Negara Indonesia karena Indonesia merupakan sebuah negara dianugerahi dengan lahan luas dan subur. berbagai tanaman dapat tumbuh sehingga dunia sangatlah memuji tanah indonesia, dari semua tanaman yang dapat tumbuh ada beberapa komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi unggulan seperti karet, Sawit, Kakao, Kopi dan Rempah-rempah. namun pada kali ini kita akan membahas mengenai budidaya tanaman karet.

Kebun Tanaman Karet

Kebun Tanaman Karet

Peranan Tanaman Karet

Seperti telah diketahui bahwa salah satu tanaman pertanian dan perkebunan mendunia adalah Tanaman Karet atau dikenal juga dengan nama latin Hevea Brasiliensis dengan nilai ekspor pada tahun 2013 mencapai 6.906.952 Ton ( Sumber : http://Ditjenbun.Pertanian. go.id ) seperti nama latin nya Brasiliensis maka dapat diketahui bahwa tanaman ini berasal dari negara brasil. tanaman karet memiliki peranan penting pada kehidupan modern saat ini karena banyak menggunakan karet sebagai bahan dasar dari sebuah produk.

Teknik Budidaya Tanaman Karet Unggul Yang Baik dan Benar

Agar tanaman karet dapat menghasilkan produksi tinggi maka haruslah diketahui teknik budidaya karet yang baik dan benar.

1. Syarat-syarat Tumbuh Karet Pada Budidaya Tanaman Karet

sebelum memulai ber budidaya tanaman karet ini haruslah perlu diketahui apa saja yang menjadi syarat tumbuh sehingga kedepannya tanaman dapat menghasilkan nilai produksi yang tinggi sehingga keuntungan dapat berlipat. adapun syarat tumbuh sebagai berikut :

  • Tanaman tumbuh didaerah tropis
  • Ketinggian Lahan 0-200 m dpl ( diatas permukaan laut )
  • Mempunyai Kemiringan Lahan ≤ 10 %
  • Pada Suhu Udara 25 – 30 ˚C
  • Tingkat Keasaman Tanah (pH) 4.3 – 5
  • Pada Tanah berstruktur liat berpasir dan lempung pasir

2. Persiapan Pembibitan Budidaya Tanaman Karet 

Ada 2 cara yang dilakukan dalam perbanyakan bibit budidaya tanaman karet yaitu secara Vegetatif atau dikenal juga dengan sebutan Okulasi dan Generatif dikenal juga perbanyakan dengan menggunakan biji karet. cara generatif banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai batang bawah dimana bibit berasal dari klon indukan yang baik dan tahan terhadap hama penyakit. sedangkan untuk batang atas didapat dari bibit indukkan yang memiliki jumlah produksi lateks tinggi ini dilakukan secara vegetatif ( okulasi ) dimana mata tunas ( mata entres ) ditempelkan ke batang bawah.

3. Persemaian Kecambah dan Bibit

Persemaian Kecambah Karet

Persemaian dimulai dari pengumpulan biji karet dari pohon indukan baik, memiliki daya tahan hama dan penyakit kuat, bewarna jelas dan tidak rusak dimana biji ini akan digunakan untuk batang bawah bibit. cara umum dilakukan oleh masyarakat dalam halpenyortiran yaitu dengan memantulkan biji yang dikumpulkan, apabila biji tersebut memilki pantulan ke tanah baik maka biji tersebut layak untuk dijadikan calon bibit batang bawah.

Untuk persemaian kecambah dilakukan pada bedengan dengan ukuran lebar 1.2 – 3 Meter, dan untuk panjang bedengan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan atau tempat semaian. pencampuran tanah dan pasir sebagai media benih dengan perbandingan 2:1, pemberian naungan ( ukuran tinggi naungan 1 meter sisi timur, 0.8 meter sisi barat ).

Baca Juga : Metode Peningkatan Produksi Kakao Menggunakan Varietas Unggul

pada bedengan menggunakan jerami atau bisa juga daun-daun, kemudian dilakukan penanaman biji karet dibedengan yang telah disediakan dengan jarak ukuran tanam 1 – 2 cm dan biji karet tersebut ditata rapi, kemudian proses persemainan ini memakan waktu 7-10 hari hingga benih/biji karet mulai berkecambah dan siap untuk dipindahkan ke tempat pembibitan selanjutnya.

Persemaian Bibit

Setelah biji berkecambah maka tahap selanjutnya adalah persemaian bibit tanaman karet, beberapa tahap yang dilakukan seperti berikut :

  • Pembuatan bedengan denganukuran tinggi 20 cm dan parit dengan kedalaman 50 cm anta bedengan
  • Penyiapan Polibag dengan ukuran 25 x 50 cm
  • Penyiapan campuran Tanah dan pupuk kompos ( Perbandingan 2:1 )
  • Masukkan biji karet yang telah berkecambah ke media tanam polibag secara benar dan berhati-hati agar kecambah tidak putus dan rusak.
  • Pengumpulan pelepah kelapa kering yang akan dijadikan sebagai atap naungan bibit karet
  • Penyiraman dilakukan teratur yaitu 2 kali penyiraman sehari ( pagi dan sore hari ).
  • Penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar polibag
  • Pemberian pupuk Urea : 8 gram, TSP : 4 gram, Kcl : 2 gram per pohon dan diberikan ke bibit sebanyak 1 x 3 bulan ( satu kali dalam tiga bulan )
  • Proses ini memakan waktu 5 – 8 bulan hingga batang bibit bisa dilakukan penempelan mata entres ( Okulasi ) untuk batang atas.

Persiapan Kebun Entres

Dalam persiapan pembibitan sebagai entres bibit yang akan digunakan dapat berupa bibit polibag atau bibit stump dan dengan jarak tanam 1 x 1 m untuk kebun entres, pemberian pupuk yaitu Urea :10 gram , Tsp : 10 gram, Kcl :10 gram

Okulasi

Okulasi Tanaman Karet

Okulasi Tanaman Karet

Teknik okulasi dilakukan dengan 2 macam yaitu Okulasi Coklat dan Okulasi Hijau, adapun tahapannya sebagai berikut :

  • Jendela Okulasi sebesar 1-2 cm ( lebar ) dan 5 – 7 cm ( panjang )
  • Penyiapan mata okulasi
  • Pemisahan kayu dari kulit batang atau disebut perisai
  • Perisai dimasukkan ke jendela dan diikat dengan pita dari plastik ( pembungkusan )
  • Waktu yang digunakan pada proses pembungkusan okulasi berlangsung selama 3 hari lamanya dan dapat dikatakan berhasil apabila perisai masih dalam keadaan hijau segar ketika dilakukan peng goresan
  • Pemotongan dilakukan dengan memotong miring ke bawah diatas daerah okulasi.
  • Bibit Okulasi berupa stump tinggi, stump minidan stump mata tidur.

Persiapan Lahan dan Tanam Budidaya Tanaman Karet

Untuk persiapan lahan sama seperti budidaya tanaman perkebunan lainnya yaitu pembersihan lahan yang telah ditentukan dari tumbuhan-tumbuhan liar, semak belukar, alang-alang, kayu-kayuan. untuk pengolahan lahan dapat menggunakan alat-alat manual atau  alat modern ( mesin pertanian ). pembuatan pancang tanam dengan jarak tanam 6mx3m ( Populasi 550 pkk/ha ), dan pembuatan lubang tanam (60x60x60 cm).

Persiapan Tanam menggunakan bibit yang telah disortir terlebih dahulu untuk menghindari dari kerugian kedepannya, bibit dimasukkan pada lubang tanam yang sebelumnya telah di pancang dan digali. diharapkan penanaman dilakukan pada saat musim mulai memasuki penghujan agar kondisi kebutuhan air tanaman dapat tercukupi.

4.Pemeliharaan Budidaya Tanaman Karet

Penyulaman ( Penyisipan Tanaman Karet ) – Penyulaman dilakukan agar jumlah pokok dalam hektar terpenuhi ( tidak kosong ) sehingga hasil produksi dapat maksimal dan tinggi, ini dilakukan ketika tanaman masih berumur 1 hingga 2 tahun agar tanaman baru tidak terlalu jauh perbedaan pertumbuhannya.

Penyiangan Tahap ini dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik tidak terhalang oleh gulma dan unsur hara tanah sepenuhnya terserap oleh tanaman karet. penggunaan alat manual seperti cangkul, sabit, korekan dan penggunaan pestisida sangat diperlukan dalam tahap penyiangan.

Pemupukan – Bertujuan agar merangsang percepatan pertumbuhan tanaman karet baik karena kebutuhan unsur hara terpenuhi, pupuk yang digunakan diberikan dengan cara di tabur membentuk lingkaran dan dapat juga ditanam ( Sistem Pocket ). Pupuk yang diberikan seperti tabel berikut :

Penggunaan Pupuk Tanaman Karet TBM
Umur Tanaman Jenis Pupuk ( gr/pohon/thn
Urea Sp 36 KCL Freq. Pemupukan
1 250 150 100 2 kali/tahun
2 250 250 200 2 kali/tahun
3 250 250 200 2 kali/tahun
4 300 250 250 2 kali/tahun
5 300 250 250 2 kali/tahun
Penggunaan Pupuk Tanaman Karet TM
Umur Tanaman Jenis Pupuk ( gr/pohon/thn
Urea Sp 36 KCL Freq. Pemupukan
6 – 15 Tahun 350 260 300 2 kali/tahun
16 – 25 Tahun 300 190 250 2 kali/tahun
> 25 Tahun 200 150 2 kali/tahun
sampai 2 Tahun
sebelum peremajaan

Panen Budidaya Tanaman Karet

Proses sadap karet

Proses sadap karet

Proses Pemanenan dilakukan ketika tanaman sudah mencapai umur 5-7 tahun dari tanam, atau tanaman sudah memiliki ketinggian diatas 1 meter dan panjang lilitan batang mencapai 45 cm. proses pemanenan lateks ( getah ) karet disebut sadap, deres atau tergantung tiap daerah menyebutnya.

penyadapan dilakukan pada pagi hari hingga batas waktu pemanenan jam 07.30. cara penyadapan yang benar yaitu penyadapan ( pengirisan kulit ) tidak melukai kambium ( Kulit Terdalam ) batang, sehingga apabila kulit rusak maka pokok karet akan lama dan terfokus memperbai kulit tersebut. setelah penyadapan siapkan penampung lateks ( getah ) dapat berupa mangkok atau batok kelapa.

Pisau Sadap untuk Budidaya Tanaman Karet

Pisau Sadap untuk Budidaya Tanaman Karet

alat yang digunakan dalam berbudidaya karet disebut pisau sadap dan alat ini merupakan alat khusus panen budidaya tanaman karet.

Tiada hasil yang tidak didapat apabila kita melakukannya bersungguh-sungguh, JAYALAH PETANI INDONESIA

Baca Juga : Varietas Padi Unggul Cocok Untuk Ditanam

Artikel terkait Teknik Budidaya Tanaman Karet Unggul Yang Baik dan Benar