Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jagung ( Zea mays )

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jagung – Seorang petani tanaman jagung haruslah jeli terhadap faktor penghambat hasil produksi salah satunya mampu Mengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jagung. Kebutuhan jagung saat ini semakin besar namun hasil produksi budidaya jagung di negara kita belumlah mampu untuk memenuhi permintaan jagung. Tanaman jagung dinegara kita belum mampu memenuhi baik itu secara kuantitas maupun kualitas. Kebutuhan jagung ini didorong oleh semakin banyaknya masyarakat yang membuka usaha peternakan ayam menggunakan pakan jagung.

Selain faktor masih sedikitnya jumlah lahan dan masyarakat berbudidaya jagung, hama dan penyakit pada tanaman jagung ini juga mengambil peran besar sebagai faktor penurunan produktifitas kualitas dan kuantitas berbudidaya jagung. Apabila faktor ini tidak dikendalikan maka bisa dipastikan hasil produksi akan turun dan petani akan mengalami kerugian pendapatan.

Jenis Hama dan Penyakit Tanaman Jagung

1. Ulat Grayak ( Spodoptera F )

Pada perkembangan ulat ini, ngegat betina dapat bertelur 1000 hingga 2000 butir. Masa umur dari telur ke ulat memakan waktu 3 hingga 4 hari. masa umur ulat 17 hingga 20 hari dan kepompong 10 hingga 14 hari. Jadi masa siklus hidup hama ulat ini 36 hingga 45 hari.Hama ulat ini menyerang tanaman muda yaitu membuat pertumbuhan jagung terhambat bahkan dapat membuat tanaman jagung mati. Serangan ulat grayak terjadi pada bagian daun tanaman dan pada serangan berat ulat grayak hanya menyisakan tulang-tulang daun saja.

Untuk pengendalian hama ini dapat menggunakan bahan Insectisida Carbuforan 3% yang di aplikasikan pada bagian pucuk tanaman.

2. Penggerek Batang ( Ostrinia Furnacalis Guenee )

Hama Ulat Ostrinia Furnacalis Guenee

Hama Ulat Ostrinia Furnacalis Guenee

Hama ini menyerang Tulang Daun dan Bunga Jantan, hama dapat menyebar ketanaman lain melalui angin. Larva ulat penggerek batang pada 50 HST sebanyak 6 larva per 100 tanaman dengan instar 2 sampai 3. apabila terkena hama ini tanaman dapat mengalami kematian karena hama ini menyerang dengan cara menggerek batang dan membuat lorong untuk pupa dimana lorong-lorong ini hingga ke bagian atas tanaman.untuk siklus hidup dari ulat ini dari 22 hingga 45 hari, ngengat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 300 hingga 500 butir telur.

pengendalian hama ini menggunakan bahan insectisida Carbuforan 3% sebanyak 2 – 3 gram/tanaman yang di aplikasikan di bagian pucuk tanaman.

3. Lalat Bibit ( Atherigona Sp )

Hama Lalat Bibit ( Atherigona Sp )

Hama Lalat Bibit ( Atherigona Sp )

Ketika musim hujan hama ini menjadi hama utama tanaman jagung karena pada kelembaban tinggi lalat bibit berkembang biak dengan sangat cepat. Penggunaan varietas yang unggul dan seed treatment akan dapat mencegah terjadinya serangan hama ini,penanaman serempak juga dapat mengendalikan hama ini serta  penggunaan bahan insectisida wigran 70 WS ( dosis 2 -4 gram/1 kg benih jagung) pada benih sebelum penanaman.Lalat ini memiliki ukuran kecil ketika bertelur lalat ini menempatkan telur pada daun paling muda atau disebut Hypocoty dan setelah 48 jam telur akan menetas dimalam hari, tetasan telur ini disebut tempayak yang langsung bergerak menuju makanan utamanya yaitu pada bagian titik tumbuh, tanaman terserang hama ini mulai dari awal tumbuh hingga tanaman memiliki umur 1 bulan ( 30 hari setelah tanam ), umur pada satu generasi berlangsung 4 hingga 6 minggu, umumnya pada daun pertama telur lalat ini paling banyak ditempatkan.

4. Ulat Tanah (Agrotis Ipsilon Hufn )

Telur diletakkan di salah satu permukaan daun tanaman yang paling dekat dengan permukaan tanah secara rapat dan satu persatu berbentuk barisan oleh ngengat dewasa. Untuk stadia umur telur dari 6 hingga 7 hari dengan jumlah butir telur yang dikeluarkan oleh ngengat sebanyak ± 1800 butir telur. Larva hama ini menyerang  ( memakan ) tanaman pada waktu malam hari dan untuk siklus hidup satu generasi berlangsung selama 4 – 6 minggu. pengendalian hama ini dengan cara menanam jagung secara serentak.

5. Penyakit Bulai ( Peronosclerospora Maydis ) Tanaman Jagung

Penyakit Bulai Tanaman Jagung

Penyakit Bulai Tanaman Jagung

Varietas benih jagung yang memiliki daya tahan yang rentan hama penyakit dan tanaman muda ( tanaman berumur 1 – 2 minggu setelah tanam ) sangat lah mudah terserang penyakit ini. Gejala fisik penyakit ini dapat dilihat dari warna khlorotik yang memanjang sejajar dengan tulang daun dan sangat jelas perbedaan dengan tanaman yang masih sehat ( tanaman sehat bewarna hijau sedangkan tanaman yang terkena penyakit ini berwarna kuning pada sebagian daun). Penyakit ini akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan tanaman bahkan tongkol buah tidak akan terbentuk, bunga jantan akan berlebihan dan daun akan menggulung hingga terpuntir.

Untuk pengendaliannya tidak bisa namun untuk pencegahannya yaitu berupa :

  • Pemilihan varietas benih unggul yang memilki daya tahan kuat terhadap peyakit ( jenis varietas ; Bima 1, Bima 3,Bima 9 )
  • Pemusnahan tanaman yang terserang penyakit bulai hingga ke akarnya agar tidak merembet ke tanaman lain
  • Pemberian fungisida metlaksil ( dosis 2 gr/kg benih) pada saat benih mau ditanam.

6. Hawar Daun ( Helminthosporium Turcicum )

Hama dan Penyakit Tanaman Jagung Hawar Daun ( Helminthosporium Turcicum )

Hama dan Penyakit Tanaman Jagung Hawar Daun ( Helminthosporium Turcicum )

Penyakit ini dapat dilihat dari kondisi fisik tanaman jagung yang memilki bercak daun berbentuk oval hingga bercak memanjang elips. Kemudian bercak berkembang menjadi bentuk hawar (nekrotik) dengan warna hijau ke abu abuan dan coklat. panjang dari bentuk hawar ini sampai 15 cm, meskipun penyakit ini tidak menginfeksi tongkol jagung namun penyakit ini dapat menyebabkan tanaman mati ( mengering ). Cendawan ini hidup berbentuk miselium dorman di sisa sisa tanaman.
Ada beberapa cara pengendalian penyakit hawar daun Sebagai berikut:

  • Penyemprotan bahan fungisida ( Bahan aktif Mankozeb dan Dithiocarbamate dengan dosis sesuai label kemasan produk )
  • Pemilihan varietas unggul ( Bisma, Pioner -14, Pioner -2 )
  • Eradikasi tanaman ( pemusnahan tanaman yang terserang hawar hingga ke akar ).

Demikianlah pembahasan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman jagung semoga dapat berguna bagi anda yang ingin berbudidaya jagung ( menanam jagung ), JAYA SELALU PETANI INDONESIA

Baca Juga : Pengenalan Jenis Dari Pestisida

Artikel terkait Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jagung ( Zea mays )