Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Pengenalan Jenis dari Pestisida

Pengenalan jenis dari pestisida – Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan pendapatan hasil produksi usaha tani karena terjadi gangguan pada tanaman oleh organisme. sebutan untuk organisme pengganggu tanaman (OPT) dikenal dengan istilah hama tanaman, penyakit tanaman dan tumbuhan pengganggu tanaman (gulma). Agar tidak terjadi kerugian yang besar maka perlu dilakukan konsep pengendalian hama terpadu atau disebut juga dengan istilah PHT yang bertujuan untuk mengendalikan hama sampai berada dibawah ambang batas ekonomi.

Pestisida

Jenis-jenis Produk Pestisida

Pestisida

Pestisida berasal dari kata “Pest” yang artinya “Hama” dan diberi akhiran “Cide” yang berarti “Pembasmi”, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian Pestisida adalah bahan kimia atau substansi kimia yang berfungsi sebagai pembasmi atau mengendalikan berbagai hama. Adapun sasarannya bermacam macam seperti : tikus, tumbuhan (gulma), serangga, burung, mamalia, ikan dan mikroba yang dianggap sebagai pengganggu.

Menurut peraturan pemerintan yang dinyatakan sebagai pestisida yaitu semua bahan untuk :

  • Membasmi atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman atau bagian tanaman dan hasil pertanian.
  • Memberantas atau mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.
  • Memberantas atau mencegah hama luar pada hewan ternak.
  • Memberantas atau mencegah hama air.
  • Membasmi atau mencegah binatang dan jasad renik
  • Memberantas atau mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan binatang atau serangga.

Undang – Undang tentang Pestisida

Agar keselamatan manusia dan sumber kekayaan alam terkhususnya kekayaan alam hayati dapat terlindungi baik maka penggunaan serta peredaran pestisida efektif diatur pada UU pemerintah No.  7 Tahun 1973. adapun kutipan dari Peraturan Pemerintah NO.7 Th.1973 sebagai berikut:

  1. Tiap pestisida harus didaftarkan kepada MenTan (Menteri Pertanian) melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya.
  2. Hanya bahan kimia aktif yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan.
  3. Penimpanan, Pengedaran dan Pengguanaan bahan kimia pestisida dapat dilaksanakan apabila sudah terdaftar/diijinkan oleh menteri pertanian berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  4. Tiap pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia yang berisi keterangan-keterangan yang dimaksud dalam surat Keputusan Menteri Pertanian No. 429/ Kpts/Mm/1/1973 dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pendaftaran dan izin masing-masing jenis bahan aktif tersebut.

Jenis-jenis pestisida

adapun jenis-jenis pestisida berdasarkan sasaran hama yang diberantas yaitu :

Insektisida

adalah bahan kimia yang dipergunakan sebagai pembasmi atau mengendalikan serangga seperti belalang, wereng, dan ulat. bahan kimia insektisida selain digunakan pada industri pertanian digunakan juga sebagai bahan perlindungan didaerah perumahan, perkantoran dan pergudangan untuk menghindari binatang seperti nyamuk, rayap, semut dll.

Contoh : basminon, basudin, diklorovinil dimetil fosfat, tiodan, diazinon, dll.

Baca juga : cara jitu mengendalikan hama tikus pada tanaman

Fungisida

Adalah jenis bahan kimia aktif yang dipergunakan sebagai bahan pembasmi atau pencegah pertumbuhan serta perkebangan jamur pada tanaman. jenis-jenis dari jamur yang sering ditemukan pada tanaman seperti karat daun, busuk daun, cacar daun dan bercak daun.

dithane

dithane

Contoh : Dithane, natrium dikromat.

Bakterisida

adalah bahan kimia aktif yang digunakan sebagai pemberantas bakteri atau virus. Salah satu contoh bakterisida yaitu tetramycin yang dipergunakan untuk membunuh virus CVPD yang meyerang pada tanaman jeruk. pada penggunaan bahan aktif kimia bakterisida yaitu diberikan pada tanaman yang masih sehat sesuai dengan dosis dianjurkan. Pada umumnya diketahui bahwa apabila suatu tanaman telah terserang bakteri akan sukar untuk diberantas.

Rodentisida

adalah bahan kimia aktif yang digunakan untuk membasmi hama hama tikus pada tanaman. Bahan kima rodentisida umunya digunakan petani sebagai bahan campur umpan untuk menjerat tikus. hal yang perlu diperhatikan yaitu melakukan pencampuran sebelum pengaplikasian bahan ke lokasi.

Contoh : Warangan.

Nematisida

adalah digunakan untuk memberantas dan mengendalikan hama nematoda atau cacing pada tanaman. Nematisida banyak digunakan pada perkebunan kopi dan lada. Penggunaan Nematisida dilakukan pada periode 3 minggu sebelum musim tanam dimulai dan pengguannya harus lebih berhati-hati karena dapat meracuni tanaman lain.

Selain membasmi jenis nematoda, nematisida juga dapat digunakan untuk membasmi serangga dan jamur.

Contoh : Vapam, Dazomet, DD

Herbisida

Adalah bahan yang dipergunakan untuk mengendalikan tumbuhan perngganggu atau sering juga dikebal dengan batuan. Jenis-jenis gulma yang sering dijumpai disekitar lahan seperti alang-alang, pakis-pakisan,rumput berdaun sempit serta anak kayu dll.

Contoh : Gramoxone, Roundup.

Cara kerja herbisida yaitu dengan menyerang senyawa penting tumbuhan seperti pati atau asam amino yang mana pada proses tersebut bahan kimia herbisida menjadi pesaing atau kompetitor.

contoh : Glifosat berkompetisi dengan fosfoenol piruvat sehingga glifosat menggangu sintesis asam amino.

Baca Juga : Mengenal unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman

Berdasarkan cara kerja pestisida terbagi menjadi 2 jenis yaitu :

Pestisida Sistemik

Pestisida sistemik yaitu bahan aktif kimia dimana bahan aktif atau bahan kimia ini dialirkan keseluruh bagian tanaman yang terkena dan menjadi racun bagi tanaman tersebut.

Glifosat

struktur Glifosat

  • Rumus molekul: C3H8NO5P
  • Termasuk dalam kelompok organofosforus
  • Merupakan herbisida sistemik
  • cara penggunaan di semprot atau disuntik langsung kedalam dahan/bagian tanaman
  • Bekerja dengan merusak enzim pada tanaman yang berfungsi sebagi pembentuk asam amino (tirosin, fenilalanin, triptofan)
  • Bekerja dengan merusak enzim yang berperan dalam pembentukan asam amino (tirosin, triptofan dan fenilalanin)
  • Hanya efektif digunakan pada tanaman yang telah tumbuh besar

Pestisida Kontak langsung

Pestisida kontak langsung adalah jenis yang akan bekerja langsung apabila hama terkena/bersentuhan.

Paraquat

Struktur Paraquat

  • Rumus molekul: C12H14Cl2N2
  • Termasuk dalam kelompok quartener
  • Sangat Cepat dalam mematikan jaringan tumbuhan lewat kontak langsung.
  • Bereaksi dengan cepat mematikan jaringan tumbuhan hijau lewat kontak langsung
  • Berbahaya bagi manusia nila sampai tertelan
  • Menjadi tidak aktif ketika masuk ke tanah

Penggunaan Pestisida yang Aman

  • Mengerti secara terperinci fungsi pestisida
  • Menggunakan alat yang sesuai
  • Menggunakan Alat Pelindung Diri yang aman
  • Melakukan kegiatan penyemprotan dengan cara yang benar
  • Mengetahui cara penanggulangan keracunan dan mengobati keracunan
tags:

Artikel terkait Pengenalan Jenis dari Pestisida