Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Pembibitan Kelapa Sawit

Pembibitan Kelapa Sawit – merupakan bagian yang sangat penting dalam Perkebunan Kelapa sawit, ini dikarenakan apabila kita salah pilih bibit kelapa sawit maka harapan dalam pencapaian produksi yang berujung kepada pendapatan ( nilai ekonomi ) berkebun kelapa sawit tidak baik. dan pastinya banyak hal kerugian yang terjadi baik dari segi Ekonomi, Waktu dan Pikiran.

Teknik Pembibitan Kelapa Sawit

Pada pembibitan kelapa sawit terdapat 2 bagian yaitu Pre Nusery dan Main Nusery, tetapi dalam bagian ini kita akan membahas Pre Nusery ( PN )

Pre Nusery (PN)

Teknik pembibitan sawit dengan cara pre nursery dilakukan dengan beberapa tahap pekerjaan antara lain :

Penyiapan Lahan PN

a. Ukuran Lokasi Pre Nusery

Pre Nusery merupakan tahap awal pembibitan kelapa sawit, nantinya akan dipindah ke Main Nusery bila menggunakan pembibitan 2 (dua) tahap. Lokasi sebagai tempat Pre Nusery harus disesuaikan dengan kapasitas bibit yang akan ditanam dan dengan menghitung estimasi seleksi normal.

Pada umumnya Pembibitan Kelapa Sawit sistem Pre Nursery berukuran 1 Ha, dengan bentuk persegi dengan ukuran 100 m x 100 m. Tidak menutup kemungkinan Pre Nusery dibuat dengan bentuk lain, akan tetapi harus memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerja.

b. Syarat-Syarat Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit PN

Beberapa syarat yang harus dipenuhi suatu tempat sebagai lokasi PN, yaitu:

  1. Dekat dengan sumber air
    Air merupakan faktor utama penentu kualitas bibit. Selain sebagai kebutuhan secara langsung, air merupakan bahan pelarut bagi hara tanaman. Pada tahap Pre Nusery bibit memerlukan volume air yang cukup besar. Pada awal penanaman s/d umur 10 hari, air pada PN cenderung berfungsi menjaga kelembaban tanah/media agar kecambah tidak mengalami stress, apabila dibiarkan akan berdampak layu atau keringnya kecambah. Sumber air yang jauh akan berpengaruh pada kekuatan semprotan air ke blok pembibitan, berdampak juga pada lamanya waktu penyiraman yang harus dilakukan. Lamanya penyiraman akan menambah pekerjaan lagi, yaitu keharusan memperhitungkan hubungan antar jumlah bibit dengan waktu yang diperlukan.
  2. Permukaannya rata
    Permukaan yang rata sangat dibutuhkan pada lokasi PN, karena dengan kondisi ini pemeliharaan PN lebih mudah dan dapat menghasilkan bibit yang seragam. Apabila permukaan PN tidak rata, sering timbul bibit yang beragam, terutama ketinggian pokok dan kualitas pokok. Permukaan yang tidak rata akan menimbulkan saingan perolehan cahaya antar bibit.
  3. Bukan daerah banjir
    Kelapa sawit termasuk tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah besar, namun bukan berarti boleh tergenang. Bibit yang ditanam di PN sangat besar berpeluang mati apabila bila tergenang lebih dari satu minggu secara terus menerus, apalagi bibit yang ditanam masih sangat muda. Lebih baik memilih daerah yang tinggi daripada memaksakan daerah yang rendah walau dengan drainase yang lancar tapi rumit.
  4. Dekat dengan lokasi Main Nusery
    Semakin dekat lokasi PN dengan MN maka akan berpengaruh pada biaya transport bibit ke MN dan kelancaran transport ke blok tanam. Selain itu target transplanting akan mudah dilaksanakan. Letak yang dekat dengan pembibitan MN akan mengurangi tingkat stres bibit saat diangkut ke lapangan.

Baca Juga : Jenis – Jenis Kecambah

Pembuatan Petak Bedengan

Ukuran dan Denah Letak Bedengan

Ukuran bedengan adalah panjang 4,85 m dan lebar 0,8 m. Ukuran ini mampu menampung bibit sebanyak 500 pokok. Penataan bibitnya sebagai berikut:

  1. Banyaknya babybag melebar ke samping 10 pokok
  2. Banyaknya babybag memanjang ke depan 50 pokok
  3. Jumlah bibit dalam satu bedengan 500 pokok.
Plot Bedengan Pembibitan Kelapa Sawit

Plot Bedengan Pembibitan Kelapa Sawit

Pengisian Baby Bag Pembibitan Kelapa sawit

dalam hal pengisian baby bag agar lebih jelas dalam pekerjaan dilapangan pada kesempatan kali ini akan ditulis melalui ilustrasi contoh.

Contoh : Target tanam kecambah 350.320 seed, berapa pupuk dasar dan babybag yang diperlukan?Pengisian Babybag

Pupuk dasar babybag yang diperlukan:

SP-36                 = 350.230 seed x 15 gram
= 5254 kg

Dolomite            = SP-36 = 5254 kg

Babybag            = {350.230 + (5% x 350.230)} : 165 babybag/kg (14 x 22)
= 2.229 kg

Penyiapan Tanah dan Cara Pengisian Babybag

Tanah yang digunakan dalam pengisian babybag sebaiknya tanah bertekstur lempung berliat atau yang lain asal jangan tanah subsoil yang diangkat. Subsoil yang diangkat, dalam waktu yang relatif lama akan berubah strukturnya menjadi remah tetapi teksturnya tetap yang tidak mudah meloloskan air.

Jika tanah ini dipakai akan berpengaruh munculnya beberapa penyakit tanaman yang berhubungan dengan kelembaban tanah yang berlebih. Penyakit yang ditimbulkan oleh hal tersebut adalah Culvularia.

Di beberapa daerah yang menggunakan lokasi pembibitan berupa areal hutan bekas terbakar, menggunakan tanah berupa tanah beks terbakar. Dari pengmatan di lapangan tanah ini baik sebagai media tanam di pembibitan PN, akan tetapi perlu banyak perhatian ketika bibit ini akan ditransplanting ke MN. Media jenis ini akan hancur ketika babybag dibuka walaupun sudah disiram dahulu.

Pupuk Dasar Yang Digunakan

Pupuk dasar yang digunakan pada saat pengisian tanah Pre Nusery ada dua macam yaitu SP-36 dan Dolomite (Ca,Mg (CO3)2. Usahakan pemberian pupuk merata pada tanah campur yang akan digunakan dan sesuai dosisnya.

Pupuk dasar usahakan diberikan pada pencampuran dalam kondisi yang baik, jangan sampai pupuk yang diberikan sudah lembek, pemberian pupuk yang kondisinya masih baik diharapkan pupuk bisa tercampur merata dan berpengaruh pada kecepatan pelarutan pupuk. Selain pupuk sebagai sumber hara, pupuk berfungsi memperbaiki struktur tanah. Perbaikan ini memerlukan waktu agak lama, tetapi bisa lebih cepat jika pemberian air optimal.

Harus diketahui bahwa jangan memberikan pupuk setelah babybag terisi tanah dan dilakukan dengan penaburan di bagian atas babybag. Hal ini menyebabkan kecambah yang ditanam kering karena SP-36 belum terurai. Usahakan pemberian pupuk dasar dilakukan lebih dari 3 minggu sebelum tanam kecambah dilaksanakan. Setelah ditata di bedengan sebaiknya babybag yang terisi tanah disiram secara teratur walau 3 x seminggu dengan penyiraman yang optimum.

Penataan Posisi Babybag

Penataan babybag yang benar dan rapi sangat diperlukan, terutama dalam mempermudah monitoring:

  1. Jumlah pengisian babybag,
  2. Jumlah tanam kecambah,
  3. Jumlah bibit afkir dan memudahkan penghitungan saat seleksi di Pembibitan Kelapa Sawit Pre Nursery.

Artikel terkait Pembibitan Kelapa Sawit