Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Metode Peningkatan Produksi Kakao Menggunakan Varietas Unggul

Jenis perbedaan kakao mempengaruhi produksi kakao

Jenis perbedaan kakao mempengaruhi produksi kakao

Metode Peningkatan Produksi Kakao Menggunakan Varietas Unggul – Tidak bisa dipungkiri bahwa bahan tanam merupakan modal dasar berbudidaya tanaman karena bahan tanam memegang peranan penting dan menjadi dasar keberhasilan usahatani dan Sektor Perkebunan.

Perkembangan Produksi Kakao

Kakao saat ini lebih didominasi oleh perkebunan kakao rakyat. Perkembangan Perkebunan kakao saat ini menurun, ini ditimbulkan oleh minat masyarakat untuk berbudidaya kakao semakin berkurang dimana beberapa petani tanaman ini sering mengeluhkan pendapatan dari berkebun kakao yang tidak maksimal.
Beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam produksi kakao antara lain :
  1. Penyakit busuk buah.
  2. VSD atau dikenal vascular streak dieback.

Oleh karena itu pemilihan, pemanfaatan serta penanaman varietas unggul yang memiliki kemampauan ketahanan yang baik merupakan modal dasar dari berbudidaya kakao. Klon tanaman kakao yang unggul telah tersedia dan dapat ditemukan diberbagai tempat di seluruh daerah sentra kakao di Indonesia. ada beberapa klon kakao yang memilki potensi produksi yang mencapai 1,5-2 ton dan klon ini dapat dipergunakan oleh seluruh petani yang ada.

Jenis Kakao Dalam Kelompok Besar

Kakao Edel

Kakao edel atau disubut juga dengan kakao mulia (Java Cacao) merupakan jenis yang sudah lama dikembangkan dan dibudidayakan di  Indonesia. Jenis tanaman kakao ini memerlukan teknik budidaya intensif dan memerlukan biaya besar. Sehingga, kakao mulia sangat terbatas untuk budidaya nya.

Kakao Edel ( mulia ) memiliki citarasa sangat baik dibanding bulk cacao sehingga jenis ini sangat diperlukan oleh para konsumen sehingga dipasaran dunia edel cacao sangat digemari bahkan dibandrol dengan harga yang sangat tinggi.

Beberapa Klon atau bahan tanaman kakao mulia yang tersedia dan tersebar di Indonesia adalah DR 38, DR 2, DRC 16 dengan jumlah produktivitas 1 sampai 1,5 ton biji kering/ha/thn. Varietas kakao ini berasal dari type criollo.

Ciri utama jenis kakao mulia ini adalah terletak pada kotiledone biji  yang berwarna putih saat masih segar dan apabila sudah kering  akan berwarna cerah. Pada pasaran dunia kakao jenis ini dikenal dengan kualitas nya yang sangat baik sehingga untuk menghasilkan biji yang berkualitas tinggi serta memiliki cita aroma khas maka perlu dilakukan fermentasi.

Adapun bahan tanam kakao yang di pegunakan harus klonal bukan berasal dari sembarang bahan tanam

Kakao Trinatario

Merupakan jenis hibrida dari kakao Criollo dan Forastero. Jenis ini memiliki keunggulan antara lain : pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap penyakit VSD, Produksi tinggi, memiliki beberapa warna dan bentuk, dan fermentasi yang singkat.

Kakao Forastero

Merupakan jenis yang memilki kualitas sedang dan tidak terlalu bagus diterima konsumen dunia. Memiliki ciri-ciri : alur pada kulit buah agak dalam, memilki bottle neck ( ada yng tidak ), kulit buah keras.

Kakao Criollo

Merupakan jenis penghasil biji kakao berkualitas tinggi/baik dan edel kakao berasal dari jenis ini. Dengan keunggulan antara lain: masa berbuah lebih cepat, tahan terhadap penyakit, dan produksi tinggi.

Baca Juga : Varietas Padi Unggul cocok Ditanam

Bulk Kakao

Bulk Cacao merupakan jenis berasal dari kultivar selfincompatible, banyak masyarakat menanam jenis ini karena produktivitasnya kuantitas yang tinggi tetapi untuk kualitas sangat buruk atau rendah sehingga konsumen dipasaran dunia lebih tertarik dengan edel cacao. Kandungan lemak biji mengandung 56 % bahkan lebih serta aroma khas dimilki kurang.

Demikian artikel mengenai Metode Peningkatan Produksi Kakao Menggunakan Varietas Unggul. Agar produksi kakao tinggi pastikan tidak salah memilih varietas yang cocok di daerah masing-masing, Jayalah Selalu Petani Indonesia

Artikel terkait Metode Peningkatan Produksi Kakao Menggunakan Varietas Unggul