Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Mengenal Unsur Hara Makro dan Mikro yang Dibutuhkan Tanamanan

| Pupuk
Unsur hara penyusun tanaman

Unsur hara penyusun tanaman

Mengenal unsur hara makro dan mikro tanaman – untuk berkembang dan tumbuh semua makhluk hidup memerlukan makanan. seperti manusia yang harus memenuhi kebutuhan nutrisi yang berasal dari makanan dan minuman agar dapat bertumbuh dengan baik, begitu juga dengan tanaman yang harus memenuhi dan menyeimbangkan kebutuhan unsur hara makro dan mikro agar dapat berkembang dan tumbuh dengan baik. oleh karena itu perlunya pemahaman tentang apa saja jenis unsur hara atau nutrisi yang dibutuhkan tanaman yang akan dibudidayakan dan sumber-sumber penyedia unsur hara makro dan mikro seperti limbah padat kelapa sawit dan sisa bahan organik lainnya.

Pemahaman unsur hara yang dibutuhkan tanaman yaitu bertujuan sebagai langkah awal sebelum melakukan kegiatan pemupukan. Kegiatan pemupukan merupakan kegiatan yang menyerap biaya terbesar dalam usahatani budidaya tanaman karena seperti diketahui bahwa saat ini harga pupuk sangat mahal.

Secara garis besar dikenal ada 2 jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman sebagai penunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman antara lain : Unsur hara Makro dan Unsur hara mikro.

Unsur Hara Makro

1. Unsur Hara Nitrogen ( N )

Pada label kandungan pupuk sering ditemukan huruf “N” dimana huruf tersebut mengartikan sebagai kandungan pupuk nitrogen karena lambang dari unsur hara mikro nitrogen yaitu “N”. Unsur nitrogen berfungsi sebagai sintesa klorofil, asam amino dan protein dalam tanaman. unsur ini sangat berperan sebagai perangsang pertumbuhan tanaman seperti pembentukan jaringan, sel tanaman dan organ pada tanaman. oleh karena itu unsur hara nitrogen sangat dibutuhkan pada masa tanaman sedang memasuki vase vegetatif.

Baca Juga :  Varietas Padi Unggul Cocok Untuk Ditanam

Ada 2 jenis bentuk nitrogen yaitu:

  1. Ammonium (NH4), Pemberian ammonium yang berlebih sangat berpengaruh negatif terhadap tanaman karena tanaman akan cenderung rentan terkena serangan penyakit meskipun dilihat secara fisik tanaman tersebut memiliki sosok pokok yang besar. sebaiknya pemberian ammonium pada tanaman tidak lebih dari 25 % dari total konsentrasi kandungan nitrogen.
  2. Nitrat (NO3), Nitrat lebih baik digunakan dibanding amonium karena prinsip dari nitrat sendiri yaitu mengikat antara satu sel dengan sel tanaman lain sehingga sel tersebut akan kompak dan kuat terhadap serangan penyakit. nitrat memiliki ciri khas yang sangat mencolok dari bau yang tajam dibanding nitrogen ammonium.

2. Phosphor ( P )

Unsur Phosphor merupakan unsur hara yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dimana unsur hara ini merupakan komponen penyusun enzim, ATP, Protein, RNA dan DNA tanaman atau dapat dikatakan sebagai pengangkut energi hasil metabolisme.

Unsur dengan lambang P ini mempunyai fungsi antara lain :

  1. Pengangkut energi hasil metabolisme,
  2. Pembentuk RNA, Protein, dan DNA tanaman,
  3. Memperbaiki struktur akar tanaman,
  4. Merangsang proses pembungaan (apabila digunakan bersama unsur kalium ).

Gejala Kekurangan Unsur phosphor :

  • Daun tua berbuah warna menjadi keunguan kemudian akan berubah warna menjadi kuning
  • Pertumbuhan daun kecil
  • Pertumbuhan akar tidak normal
  • Buah berukuran kecil dan cepat masak tidak normal

Phospor diserap tanaman berbentuk seperti ion ortofosfat ( H2PO4- ) dan juga berbentuk senyawa organik yang tercampur atau larut didalam air. Phospor disebut juga sebgai kunci dari “KEHIDUPAN” karena unsur hara ini secara langsung terlibat pada semua proses kehidupan.

Sumber Unsur Phosphor yaitu bersumber dari pelapukan batuan dan mineral-mineral yang mengandung unsur phosphor. diperkirakan pada kerak bumi kandungan unsur phosphor terdapat sebanyak 0.12 % phosphor.

3.Kalium ( K )

Unsur kalium atau yang lebih dikenal dengan K merupakan unsur hara esensial untuk menunjang hidup tanaman. Unsur hara kalium salah satu dari trio unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman selain Unsur hara N dan P. Kalium dibutuhkan tanaman ketika masa pembungaan, pembuahan, dan serta pembentukan dinding jaringan sel tanaman. Kalium diserap oleh tanaman berbentuk ion K+ dan kalium tersebut banyak ditemukan dalam sitoplasma.

Unsur kalium memiliki beberapa fungsi untuk tanaman, antara lain :

  • Membentuk dan mengangkut karbohidrat,
  • Sebagai katalisator dalam pembentukan protein
  • Mengatur kegiatan berbagai unsur mineral
  • Menetralkan reaksi dalam sel terutama dari asam organik
  • Menaikan pertumbuhan jaringan meristem
  • Mengatur pergerakan stomata
  • Memperkuat batang agara tidak mudah roboh
  • Mengaktifkan enzim baik langsung maupun tidak langsung
  • Meningkatkan kadar karbohidrat dan gula dalam buah
  • Membuat biji tanaman menjadi lebih berisi dan padat
  • Memperbaiki dan meningkatkan kualitas buah dari segi bentuk, warna dan kadar kandungan
  • Membuat tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit
  • Membantu perkebangan perakaran tanaman.
Gejala-gejala tanaman kekurangan kalium :
  1. Daun tanaman memiliki bercak 0range
  2. Batang tanaman lebih pendek dan lemah seperti tanaman kerdil
  3. Buah yang dihasilkan tumbuh tidak sempurna seperti ukuran buah kecil dan mutunya jelek.
  4. Buah gugur atau jatuh belum pada waktunya, biasanya gejala ini pada tanaman kelapa.
  5. Tanaman mudah terserang hama dan penyakit

Sumber unsur kalium terdapat dalam pupuk kimia KCL, NPK dll. dan pada alam bebas sumber unsur kalium biasanya ditemukan di endapan garam yang telah beerlangsung selama berjuta hingga miliyar tahunan.

4. Magnesium

Unsur hara makro Magnesium (Mg) memiki fungsi sebagai pembentuk hijau daun dan juga merupakan unsur yang dibutuhkan tanaman dalam proses fotosintesa, pembentukan sel, pembentukan pati, pembentukan protein serta pengatur pembagian dan mendistribusikan karbohidrat ke seluruh jaringan tanaman.

Baca Juga : Cara Budidaya Jagung Agar Produksi Tinggi

Sumber Unsur Hara Magnesium (Mg)

Adapun sumber unsur magnesium antara lain :

  1. Sumber magensium dari bahan organik banyak ditemukan dari hasil terlindi daun-daun kering dan sampah organik lainnya yang mengalami mineralisasi pada proses perombakan residu dan hasil dari pengolahan limbah padat industri perkebunan dan lainnya.
  2. Pada kompos dan biosolid tersedia hara Mg namun karena sifatnya yang mudah terlarut maka pengaplikasian pupuk ini ke lahan dengan segera akan sumber hara dapat diserap tanaman secara maksimal
  3. Sumber Mg berikutnya terdapat pada kapur dolomit (CaMgCO3)
  4. Sulfat of Potash Magnesium (kandungan Magnesium (Mg) 11,1%)
  5. dan sumber lainnya terdapat juga pada garam Epsom (MgSO4 ) dan K2SO4

5. Kalsium ( Ca )

Unsur hara kalsium merupakan unsur hara yang essensial, unsur ini diserap dalam bentuk Ca++ dan unsur kalsium sebagian besar terdapat pada daun berbentuk kalsium pektat yaitu dalam lamella dinding sel daun tanaman, kemudian terdapat juga pada batang dan kalsium berpengaruh baik pada pertumbuhan ujung serta bulu-bulu akar.

Unsur hara kalium umumnya berfungsi sebagai pembentuk protein tanaman, menetralkan asam-asam organik yang terdapat pada metabolisme tanaman, perangsang pertumbuhan akar, menetralkan asam tanah dan pengurai bahan-bahan organik

Gejala kekurangan kalsium antara lain :

Sumber kalsium (Ca) terdapat pada batu-batu kapur dan sisa-sisa tanaman sama halnya seperti unsur hara magnesium (Mg).

6. Unsur Sulfur atau Belerang

Sulfur diserap tanaman dalam bentuk SO4-, dimana merupakan bagian protein tanaman dalam bentuk ;methionin, cystein, serta thiamine.

Unsur Hara Sulfur sangat diperlukan tanaman terutama pada tanaman muda karena pada masa tersebut tanaman sangat memerlukan untuk perkebangan dan pertumbuhan tubuh. pada tanaman seperti bawang atau jenis legume kandungan belerang sangat banyak dan tinggi.

Sumber Unsur makro sulfur dapat ditemukan pada sisa-sisa tanaman dan jasad renik atau serangga yang telah terurai dan lapuk oleh zat protein. Untuk sumber sulfur dapat ditemukan pada pupuk kimia :

a. Amonium sulfat, Dimana kandungan S lebih besar dibandingkan kandungan N yang ada pada pupuk tersebut

b. superfosfat, dimana terdapat kandungan fosfat dan sulfur seimbang.

Unsur Hara Mikro

1. Unsur Hara Besi (Fe)

Fungsi unsur besi bagi pertumbuhan tanaman adalah :

  • Untuk sintetis chlorofil
  • Penyusun penting dari enzim
  • Sebagai akseptar oksigen dalam perubahan Fe2+ menjadi F3+
  • Berperanan dalam sistem redox metabolisme N dan S

Kekurangan unsur besi bagi tanaman menyebabkan :

  • Timbulnya warna bintik-bintik kuning pada daun muda (chlorosis)
  • Pertumbuhan tanaman terhenti dan daun berguguran dan dapat mengakibatkan
    kematian.

2.Unsur Hara Seng (Zn)

  • Membantu pembentukan chlorofil dan penting dalam perbaikan tanah akali.
  • Sebagai kofaktor berbagai enzim.

Kekurangan unsur seng menyebabkan pertumbuhan secara drastic terganggu, daun mengecil dan pucuk embentuk roset serta timbul warna-warna tidak normal pada tanaman.

3. Unsur Hara Mangan (Mn)

Unsur mangan memiliki fungsi antara lain :

  • Penting dalam pembentukan chlorofil
  • Membantu proses fotosintesis
  • Merangsang perkecambahan biji dan pemasakan buah

Kekurangan unsur Mn menyebabkan terjadi pertumbuhan kerdil pada tanaman sayuran seperti tomat, seledri, entang dan tanaman tembakau, jeruk, kacang, kedelai.

4. Unsur Hara Tembaga (Cu)

Fungsi dari Unsur hara mikro tembaga yaitu :

  • Sebagai enzyme dalam tanaman, meliputi asam askorbik oksidase, fenolase,
    lokase dan lain-lain.
  • Meningkatkan pembentukan vitamin A dalam tumbuh-tumbuhan.
  • Sangat diperlukan pada tahap awal perkembangan tumbuh- tumbuhan.

Kekurangan unsur tembaga biasanya terjadi pada tanah organic dan tanah alkalis. Pada tanaman jeruk kekurangan unsure tembaga menyebabakan die back (mati pucuk). Dengan gejala daun muda menjadi pucat dan kering.

5. Unsur molibdenium (Mo)

berperanan sebagai enzim yang mereduksi nitrat (NO3) dan penting dalam fiksasi nitrogen (N). Kekurangan unsure molibdenium menyebabkan terjadi perubahan warna daun dri pucat menjdi menguning, tanaman menjadi keriput dan akhirnya kering/mati. Tanaman yang kekurangan unsure Mo berkadar gula asam askorbik dan sam amino rendah.

6. Unsur Hara Chlor (Cl)

memilki peran penting dalam :
a. Merangsang aktivitas beberapa enzim untuk mempengaruhi penyerapan air pada jaringan tumbuhan.
b. Mempertinggi hasil dari mutu tanaman terutama tembakau, kapas, gandum, kentang, tomat, wortel, kobis dan lain-lan.

Kerkurangan unsure Chlor dapat menyebabkan tanaman cenderung menjadi layu karena terganggunya proses transpirasi. Pada tanaman tomat kekurangan chlor menyebabkan timbulnya warna tembaga (coklat merah seperti karat).

7. Unsur Hara Boron (B)

berperanan penting dalam produksi biji-bijian, meningkatkan transportasi karbohidrat dan menaikkan aktifitas enzim.

Tanaman yang kekurangan boron, berkadar asam fensol yang tinggi sehingga :

a. Tidak tumbuh, baik akar maupun pucuk berhenti.

b. Daun menjadi tebal, keriting dan kaku.

c. Pembentukan bunga terganggu.

d. Pembahasan dan Kesim

Karena begitu pentingnya unsur hara makro dan mikro selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman, maka penting mengetahui jumlah kandungan setiap jenis pupuk yang akan kita gunakan sehingga penggunaan pupuk unsur hara makro dan mikro sedikit namun optimal diserap tanaman.

Artikel terkait Mengenal Unsur Hara Makro dan Mikro yang Dibutuhkan Tanamanan