Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Kelapa Sawit (E. Guineensis Jacq )

Kelapa Sawit (E. Guineensis Jacq )
 
Pokok Kelapa Sawit E.Guineensis Jacq
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesidan Papua.

Klasifikasi Kelapa Sawit

Divisi               : Embryophyta Siphonagama
Kelas               : Angiospermae
Ordo                : Monocotyledonae
Famili              : Arecaceae
Sub Famili       : Cocoideae
Genus              : Elaeis
Spesies            : E. Guineensis Jacq. , E. Oleifera (H.B.K.) Cortes, E. odora

Asal Muasal Kelapa Sawit

Kelap sawit berasal dari : Afrika, Amerika Selatan

  • Diusahakan secara komersial di Afrika, Amerika Selatan, Asia Tenggara dan Pasifik Selatan.
  • Diintroduksikan pertama kali di Indonesia (Kebun Raya Bogor) tahun 1848 oleh Kolonial Belanda.
  • Th 1876   Sir.Yoseph Hooker menanam 700 bibit di Labuhan Deli, Sumut.  10 th kemudian digant dg kelapa.
  • Th 1911 K. Schadt (Jerman) membuka perkebunan di Tanah Ulu (Deli), M Adrient Hallet (Belgia) membuka kebun di Pulau Raja (Asahan) dan Sungai Liput (Aceh).

Morfologi dan Pertumbuhan

  • Dari inisiasi sampai terbentuk pupus daun : 2 tahun.
  • Dari fase pupus daun sampai senescence : 2 tahun.
  • Pada setiap ketiak daun terdapat 1 primordium bunga.
  • Sebagian bakal bunga rontok sebelum anthesis.
  • Bunga jantan dan betina yang dihasilkan mempunyai siklus dimana jumlahnya beragam dari waktu ke waktu

Daun kelapa sawit terdiri dari:

  • Leaflets dengan helaian (lamina) dan lidi (midrib).
  • Rachis = tempat anak daun melekat.
  • Tangkai daun (petiole) = bagian antara daun dan batang.
  • Seludang daun (sheath) = pelindung kuncup dan memberi kekuatan pada batang.
  • Seludang berbentuk pipa dan membungkus daun muda secara sempurna.
  • Karena daun berkembang, seludang robek membentuk barisan duri (spine) sepanjang tepi petiole.
  •  Pada anak daun yang gagal membentuk helai (lamina), tulang anak daun  membentuk duri tipe kedua.
  •  Daun dihasilkan dalam urut-urutan yang teratur.
  •  Daun dengan nomor yang sama akan mempunyai umur fiusiologis yang sama.
  • Perkembangan dan menuanya daun terjadi dalam arah basipetal (dari atas ke bawah).
  •  Luas daun meningkat secara progresif pada umur 8-10 tahun setelah tanam.

Luas daun dipengaruhi Oleh

  • Kesuburan dan kelembaban tanah
  • Tingkat stress air,
  • Aplikasi pupuk N dan K.

Produksi daun dipengaruhi oleh

  • Curah hujan,
  • Kesuburan tanah

Jumlah daun ditentukan oleh

  • Metode panen dan penunasan
  • Intensitas cahaya yang sampai ke kanopi tanaman.
  • Senescence terjadi pada daun ke 48-50, tetapi pada kerapatan tan. yang tinggi bisa mulai pada daun ke 35.

Batang

Fungsi utama batang:

  1. Struktur yang mendukung daun, bunga dan buah.
  2. Sistem pembuluh.
  3. Sebagai organ penimbun zat makanan.
  4. Batang mengandung sejumlah besar karbohidrat dan mineral seperti Kalium dan Nitrogen.
  5. Penebalan dan pembesaran batang terjadi karena aktivitas penebalan meristem primer.
  6. Batang diselimuti oleh pangkal pelepah daun tua sampai  umur 11-15 tahun.

Akar

Fungsi akar:

  1. Menunjang struktur batang di atas tanah.
  2. Menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah.
  3. Salah satu alat respirasi.
  4. Merupakan sistem akar serabut yang terdiri dari akar primer, sekunder, tersier dan kuarterner.
  5. Sistem perakaran yang aktif ada pada kedalaman 5-35 cm.
  6. Akar tersier umumnya ada pada kedalaman 10-30 cm.
  7. 23 % dari total permukaan akar k. sawit merupakan akar absorpsi.
  8. Akar absorpsi terdiri dari 54.8 % akar kuarterner dan 28.9 % akar tersier.
  9. Akar absorpsi (feeding root) kebanyakan berada di gawangan.

Bunga

  1. Kelapa sawit merupakan tanaman monoecious.
  2. Setiapketiak daun hanya dapat menghasilkan satu infloresen (bunga majemuk).
  3. Perkembangan dari inisiasi infloresen sampai membentuk infloresen lengkap memerlukan waktu 2.5 – 3 tahun.
  4. Pada tanaman 2-4 th, anthesis biasanya terjadi pada ketiak daun no.20, sedangkan pada tanaman >12 th pada ketiak daun no.15.
  5. Bunga kelapa sawit merupakan bunga majemuk yang terdiri dari kumpulan spikelet dan tersusun dalam infloresen yang berbentuk spiral.
  6. Bunga (jantan/betina) mempunyai ibu tangkai bunga (peduncle/rachis) yang merupakan struktur pendukung spikelet.

Buah

Bagian buah kelapa sawit (dari arah luar):

  • Exocarp (kulit)
  • Pericarp
  • Mesocarp (daging buah)
  •  Endocarp (cangkang)
  • Inti/kernel (terdiri dari kulit/testa, endosperm yang  padat dan sebuah embrio).

Tipe Buah Berdasarkan Tebal Cangkang

  • Dura    (sh+sh+) tebal cangkang 2-8 mm
  •  Pisifera (sh-sh-) tidak ada cangkang
  • Tenera (sh+sh-) tebal cangkang 0.5-4mm
  • Kandungan minyak dalam mesocarp buah tenera lebih tinggi dari pada dura.

Tipe Buah Berdasarkan Warna Kulit Buah

  • Nigrescens : ungu sampai hitam saat muda, menjadi jingga kehitaman saat matang.
  • Virescens : hijau saat muda, menjadi jingga kemerahan saat matang (ujung tetap hijau).
  • Albescens : keputih-putihan saat muda, menjadi kekuning-kuningan saat matang (ujung berwarna ungu kehitaman).

Artikel terkait Kelapa Sawit (E. Guineensis Jacq )