Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Jenis-jenis Pupuk Kompos yang Populer

| Pupuk
Pupuk Kompos Mengandung Nitrogen

Pupuk Kompos Mengandung Nitrogen

Pupuk kompos adalah pupuk organik buatan dari pelapukan sisa tanaman dan hewan yang di proses melalui penguraian menggunakan organisme hidup. Proses penguraian untuk membuat sisa makhluk hidup menjadi pupuk kompos menggunakan organisme pengurai berupa mikro organisme dan makro organisme.

Pupuk kompos merupakan salah satu jenis pupuk yang mengandung hara Nitrogen (N), Phosfat (P) dan Kalium (K) didalamnya. Dalam pembuatan kompos perlu memperhatikan keseimbangan campuran bahan, pengaturan aerasi, pemberian air yang cukup serta keseimbangan dalam penambahan aktivator pengomposan. Hal tersebut perlu diperhatikan agar proses pengomposan dapat terbentuk lebih cepat dengan kualitas yang bagus. Bahan dalam pembuatan kompos dapat berupa jerami, tongkol jagung, kotoran ternak, dan bagas tebu.

Membuat pupuk organik kompos sangatlah mudah, karena tahapan pembuatannya sangat sederhana dan bahan-bahan yang digunakan pun mudah ditemukan. Ada beberapa jenis pupuk kompos yang sering digunakan oleh petani dan jenis pupuk tersebut terkelompok berdasarkan 3 aspek yaitu :

  • Aspek dari proses pembuatan (aerob / anaerob )
  • Aspek dekomposer, dan
  • Aspek bentuk pupuk ( Pupuk cair dan padat ).

Dari beberapa pengelompokkan kompos tersebut berikut jenis pupuk kompos yang sering digunakan petani.

Jenis-jenis pupuk kompos yang sering digunakan

Jenis pupuk kompos yang sering digunakan petani meliputi terdiri dari berbagai jenis kompos berdasarkan 3 aspek yang sebelumnya kita bahas.

1. Pupuk kompos aerob

Pupuk kompos aerob merupakan jenis kompos yang dibuat menggunakan oksigen dalam proses pembuatannya. Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk ini sama seperti bahan dasar pembuatan pengomposan lainnya. Bahan dasarnya berupa sisa kotoran hewan ternak, sisa tanaman ( jerami, tongkol jagung dll ). Proses pembuatan pengomposan aerob dapat memakan waktu sekitar 40 hingga 50 hari. Lama tidaknya waktu pengomposan tergantung dengan bahan dasar dan dekomposer yang digunakan.

2. Pupuk bokashi

Pupuk organik bokashi adalah jenis pupuk organik yang diproses melalui penguraian pengomposan secara anaerob. Jenis pupuk ini sangat populer dikalangan petani maupun masyarakat dalam hal jenis pengomposan. Hal ini disebabkan karena pupuk bokashi menggunakan EM4 (Effective MicroOrganisme 4) sebagai jenis inokulan untuk menjadi starter pengurai. EM4 (effective microorganisme 4) adalah jenis cairan bewarna coklat berisi campuran mikororganisme penyedia sumber nutrisi hara didalam tanah. Mikroorganisme EM4 inilah yang mempercepat proses penguraian sisa tanaman maupun sisa hewan menjadi pupuk kompos bokashi.

3. Vermikompos

Vermikompos merupakan jenis pupuk organik kompos yang menggunaka mikroorganisme cacing tanah sebagai pengurai. Jenis mikroorganisme cacing tanah yang digunakan dalam proses ini yaitu jenis cacing lumbricus. Pengomposan jenis vermikompos dilakukan dengan cara memberikan bahan organik sebagai pakan cacing. Hasil kotoran dari cacing tanah inilah yang disebut dengan vermikompos. Selain cacing tanah, Mikroorganisme belatung dapat juga dijadikan sebagai mikroorganisme pembuat kompos jenis vermikompos.

4. Pupuk organik cair (POC)

Jenis Pupuk Kompos ; Pupuk Cair Organik

Jenis Pupuk Kompos ; Pupuk Cair Organik

Pupuk organik cair (POC) adalah jenis pupuk organik berbentuk cairan melalui proses pengomposan secara aerob dan anaerob. Jenis pupuk organik cair sangat baik digunakan bagi tanaman karena pupuk ini tidak merusak tanah maupun tanaman meskipun sering digunakan. Kelebihan pupuk organik cair ini dibanding pupuk lainnya yaitu tidak masalah dalam pencucian hara, cepat menyediakan hara makro dan mikro , dan secara cepat mengatasi defisiensi hara pada tanaman. Cara menggunaan jenis pupuk organik cair ini lebih efektif dengan melakukan penyemprotan ke daun tanaman dibanding ke akar. Akan tetapi dosis pemberian pupuk organik cair sangat perlu diperhatikan sebab apabila kelebihan pemberian dosis maka daun tanaman dapat lebih cepat layu.

Demikian beberapa ulasan mengenai jenis-jenis pupuk kompos yang pupoler digunakan oleh petani sebagai penambah nutrisi hara tanaman secara alami.

Artikel terkait Jenis-jenis Pupuk Kompos yang Populer