Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Cara Budidaya Jagung Agar Produksi Tinggi

Kita ketahui bahwa tanaman jagung merupakan tanaman pangan yang banyak di budidayakan oleh masyarakat di negara kita indonesia. Tak heran juga banyak masyarakat mencari penghasilan dengan cara budidaya jagung dan pada saat ini dengan bertambahnya angka jumlah penduduk membuat permintaan jagung sebagai bahan makanan perbaikan gizi semakin besar.

Budidaya Jagung

Budidaya Jagung

Untuk anda yang ingin membudidayakan jagung ditempat anda ada beberapa hal yang harus anda ketahui seperti berikut :

1. Penentuan Benih jagung ( Varietas Jagung )

Apabila anda menginginkan hasil produksi yang tinggi maka peran pemilihan benih jagung sangatlah utama dimana ini merupakan titik awal berbudidaya tanaman. Penentuan benih jagung sangatlah mudah yakni dapat dilihat dari kualitas kesehatan benih, kemurnian varietas benih yang akan kita gunakan. Pada penentuan benih unggul pilihlah benih yang memiliki sertifikat seperti benih jagung hibrida.

Adapun jenis jenis benih ( Varietas ) jagung hibrida unggulan antara lain :

  • Pioneer,
  • Parikesit,
  • Nakula,
  • Composite,
  • Hibrida C-1-C-2,
  • BISI 1-2, dll ( bisa anda lihat ditoko terdekat ).

2. Pencampuran Fungisida Atau Insectisida

Mengapa kegiatan pencapuran ini dilakukan ? mungkin ini menjadi pertanyaan besar. Sebelum melakukan penanaman benih, langkah selanjutnya yang kita lakukan setelah penentuan benih adalah pencampuran Fungisida dan Insectisida agar benih yang akan kita tanami tidak sia-sia ( menimbulkan kerugian ). Karena apabila benih tidak dilakukan pencampuran bahan Fungisida atau Insectisida benih akan mudah terkena serangan jamur (fungi), lalat bibit dan ulat agrotis.

Baca juga : Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jagung ( Zea mays )

Adapun jenis-jenis Fungisida atau Insectisida yang digunakan seperti :

  • Furadan,
  • Damoset,
  • Vapam dan lain lain yang bisa anda peroleh di toko pertanian.

3. Persiapan dan Pengolahan Lahan Budidaya Jagung

Media tumbuh tanaman jagung sangatlah harus diperhatikan agar benih yang akan ditanam dapat tumbuh subur dan jauh dari serangan penyakit atau wabah maka dari itu persiapan dan pengolahan lahan harus benar.

Bedengan Budidaya Jagung

Bedengan Budidaya Jagung

Adapun langkah langkah dalam pengolahan lahan sebagai berikut :

  • Melakukan perbaikan struktur tanah dengan cara mencangkul tanah menjadi gembur, mencangkul tanah dapat dilakukan dengan cara manual ataupun mekanis ( pilih sesuai dengan luas lahan yang akan ditanami dan budget keuangan anda ).
  • Pembentukan Bedengan dengan lebar 25 – 30 cm, dan pembuatan drainase untuk pengelolaan air.
  • Pemberian kapur pada tanah agar kandungan Ph tanah dapat seimbang karena apabila Ph tanah tinggi asamnya maka akan berdampak membusuknya perakaran tanaman yang menyebabkan tanaman dapat mati.

4. Penanaman Jagung

Pada penanaman jagung ada 2 teknik digunakan yaitu secara Monokultur dan Multikultur. Monokultur merupakan Penanaman yang diakukan dengan hanya menanami satu jenis saja, baik itu hanya 1 jenis tanaman pada waktu yang berkepanjangan ataupun bergantian. Contoh kasus pada tahap pertama menanam tanaman jagung setelah panen lahan tersebut ditanami dengan jenis tanaman kacang ( biasanya petani seteah tanam jagung akan menanami kacang karena tanaman kacang dapat mengembalikan unsur tanah yang baik ).

Multikultur merupakan penanaman yang dilakukan dengan beragam jenis tanaman pada lahan dan pada waktu yang sama. Ini dikenal juga dengan sistem tumpang sari seperti pada saat penanaman jagung kita juga menanam jenis tanaman lain.

Ukuran pembuatan lubang tanam jagung yaitu dengan kedalaman lubang 3 – 5 cm, ukuran jarak antar lubang tanam dapat disesuaikan dengan varietas benis yang digunakan namun untuk standar yang sering digunakan yaitu dengan ukuran 40 cm ( lebar ) x 100 cm ( panjang ), benih yang ditanam dengan jumlah 1-2 biji/lubang tanam dan sangat disarankan bahwa penanaman jagung lebih baik pada saat musim mulai penghujan atau musim penghujan berakhir.

5. Pemeliharaan dan Pemberian Pupuk Budidaya Jagung

Pemberian pupuk untuk tanaman jagung meliputi :

  • Pemupukan dasar yang diberikan pada saaat bersamaan dengan pekerjaan tanam menggunakan pupuk TSP dan Urea ( Dosis 1:1/3 ) pada daerah kiri dan kanan lubang tanam
  • Pada saat tanaman berumur 30 hari maka selanjutnya pemberian pupuk TSP,Urea, KCL ( dosis 1:1/3:1/3)
  • Dan pemberian pupuk terakhir pada saat tanaman berumur 45 hari berupa pupuk Urea ( dosis 1/3)

Agar memiliki hasil yang tinggi maka langkah selanjutnya yaitu pemeliharaan budidaya jagung meliputi :

  • Penyulaman atau penggantian tanaman yang mati/kerdil dengan tanaman baru
  • Penyiangan ( proses pembersihan dan pembuangan tumbuhan pengganggu seperti rumput teki, alang-alang)
  • Pembubunan dilakukan agar tanaman tidak mudah tumbang dengan cara pemberian tanah pada sekeliling tanaman
  • Periksa kembali pengairan tanaman
  • Mencegah hama dan penyakit yang datang dengan cara menyemprotkan bahan pestisida

6. Proses Panen Budidaya Jagung

Setelah anda bekerja dengan rajin,ulet dan tak kenal waktu tibalah anda akan menikmati hasil dari benih yang ditanam, yaitu proses panen. Pada tahapan panen alat yang anda gunakan dengan tangan kosong maupun alat pemotong jagung.

Tanaman Jagung siap dipanen

Tanaman Jagung siap dipanen

secara fisik tanaman jagung yang siap dipanen memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Usia jagung berumur 86 hingga 96 hari setelah penanaman.
  • Warna tanaman jagung kuning dapat dilihat dari daun dan batang.
  • Biji jagung padat dan keras

7. Tahap Akhir

Dari semua tahapan yang saya ulas diatas pada cara budidaya jagung hal yang tidak boleh dilupakan adalah bekerjalah dengan hati yang senang, rajinlah melihat tanaman anda, dan jangan lah lupa untuk berdoa kepada tuhan yang maha esa. sekian Terimakasih. JAYA SELALU PETANI INDONESIA

Baca Juga : Metode Peningkatan Produksi Kakao Menggunakan Varietas Unggul

Artikel terkait Cara Budidaya Jagung Agar Produksi Tinggi