Sarana Informasi Pertanian

Berbagi Informasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Menu

Blocking Area Perkebunan Kelapa sawit

Blocking Area

Blocking Area

Pengukuran lahan atau blocking area adalah kegiatan untuk  mengetahui luas dan batas lahan yang mengacu pada ketentuan teknis pengukuran tanah untuk mendapatkan detail planimetris (X,Y) dan tinggi (h) yang dapat memenuhi persyaratan Geometrisnya. Pembukaan areal untuk tanaman kelapa sawit adalah merupakan tahapan pertama dalam usaha perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu kegiatan dimaksud merupakan hal yang cukup penting untuk menunjang keberhasilankegiatan selanjutnya. Metode dan sistem yang dilakukan untuk pembukaan areal tanaman kelapa sawit adalah tergantung kepada topografi dan vegetasinya.

Pekerjaan Utama Blocking Area Perkebunan

1. Blok

Blok adalah suatu kesatuan areal terkecil dalam administrasi divisi/afdeling, blok juga merupakan manajemen terkecil dari suatu kebun, yang kemudian secara kolektif membentuk afdeling atau divisi, dan beberapa afdeling atau divisi menjadi estate.

2. Survey

Sebelum pelaksanaan blocking area tersebut dimulai maka terlebih dahulu perlu disurvey pendahuluan berupa rintisan dan pengukuran guna mengetahui luas, situasi vegetasi, topografi sebagai dasar untuk penyusunan jadwal kerja dan metode yang akan dilaksanakan dan perencanaan lainnya.
Pembuatan jalan, parit drainase kantor pabrik, pembibitan dan lain-lain yang mungkin akan bertempat di areal yang dibuka perlu diteliti apakah akan sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan. Jika situasi umum areal tersebut telah diketahui barulah dapat dimulai dengan pelaksanaan pembukaan areal tersebut.
Pada saat survey harus hal yang harus diperhatikan sesuai dengan pengelolaan kawasan lindung antar lain :
  • Cagar budaya atau tanah adat
  • flora dan fauna yang dilindungi
  • kelerengan lahan
  • kawasan sekitar danau
  • kawasan pemukiman

3. Peralatan Survey

Adapun peralatan survey antara lain :
  • Untuk merintis/membuka jalur : Parang
  • Untuk pengukuran : Kompas, GPS, Kamera, Pita ukur (meter gulung), peta  dasar  BPN (Ijin Lokasi), Peta kontur  (Bakosurtanal), Hard Cover, Kertas, Alat  tulis, Cat (water resist), dll.
  • Untuk pembuatan peta : Komputer, Software GIS, Ploter,PC GPS

Alur Mekanisme

Pengukuran Blok

  • Surveyor menggunakan peralatan seperti GPS, Theodolit, dan kompas untuk membuat jalur-jalur rintisan arah U – S dan T- B
  • setelah menentukan arah maka dilakukan pemancangan/pemasangan patok dan patok tersebut ditandai dengancara di cat.
  • untuk ukuran  arah U – S ( 1000 m ) dan T – B ( 300 m )belum termasuk untuk jalan apabila pengukuran ditambahkan jalan maka untuk ukuran arah U – S ditambahkan 9 m, dan untuk ukuran arah T – B ditambahkan 7 m, jalan ini yang akan dinamakan sebagai jalan Collection Road dan Main Road.
  • pada pengukuran blok ukuran luas dalam areal 1 blok sebesar 30 Ha.

Penyusunan Tata ruang

Tata ruang disusun berdasarkan hasil survey lahan semi detail yang mencakup :

  • Jaringan jalan terutama untuk jalan penghubung keluar dan masuk lokasi
  • Batas kebun dan batas kerja kontraktor
  • Lokasi bibitan
  • Kondisi lahan : darat, rawa, bukit dan sungai (rencana outlet)
  • Rencana pembagian blok
  • Luas setiap blok 30 ha untuk inti dan 40 ha untuk plasma/KKPA
  • Penentuan Main Rod dan Colection Road
  • Rencana lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lainnya
  • Rencana lokasi pabrik dan kantor
  • Lokasi quari material penimbunan dan pengerasan jalan

 Land Clearing Manual

 Langkah-langkah dalam proses LC manual adalah :
  • Imas

yaitu memotong rapat ke permukaan tanah semak dan tumbuhan yang berdiameter < 10 cm. Alat yang digunakan dalam proses imas adalah parang/kampak. Semak dan pohon hasil imasan yang sudah kering sangat baik untuk penyulut api dalam proses pembakaran.

  • Tumbang

yaitu membebaskan lahan dari tegakan kayu dengan diameter > 10 cm. Kegiatan tumbang menggunakan alat kampak atau gergaji rantai (chain saw). Ketentuan tinggi tunggul maksimum dari permukaan tanah hasil tumbangan adalah sebagai berikut.

Diameter Pohon (cm)
Maksimum Tinggi Tunggul (cm)
11 – 20
30
21 – 30
40
31 – 40
45
41 – 50
50
> 50
75
 
  • Bakar  

yaitu proses membakar semak dan kayu kering hasil proses tumbangUntuk kegiatan bakar digunakansolar untuk memulai pembakaran atau kalau memungkinkan semak kering dibakar sebagai penyulut tanpa menggunakansolar.

  • Perun dan Rumpuk, 

yaitu memotong-motong kayu yang tidak habis terbakar pada proses Bakar, Proses pemotongan menggunakan chain saw, dengan panjang potongan sekitar 1,5 meter. Arah rumpukan disesuiakan dengan arah barisan tanaman nantinya, yaitu timur-barat.

Baca Juga : Cara Menanam Kecambah Sawit Yang Benar

Semi Mekanis

Pekerjaan imas dan tumbang dilakukan secaramanual dengan menggunakanalat parang, kampak dan chain saw. Pada LC semi mekanis tidak ada kegiatan bakar. Kegiatan perun dilakukan secara mekanis dengan menggunakan alat berat excavator untukareal rendahan dan bulldozer untuk areal darat. Dalam kegiatan perun, perumpukan tanaman harus memper-hatikan arah barisan tanaman nantinya.

Mekanis

Pada LC mekanis tidak ada proses bakar. Tegakan kayu di dorong dengan excavator hingga roboh. Setelah tidak ada lagi tegakan kayu, selanjutnya dilakukan perun/cincang dengan menggunakan gergaji rantai (chain saw). Setelah selesai perun, kemudianareal yang akan menjadi barisan tanaman dibersihkandari sisa-sisa kayu dengan cara mendorongnya(dengan excavator) ke arah kiri/kanan barisan tanaman sehingga mem-bentuk tumpakan sisa-sisa kayu pada gawangan (daerah antar barisan tanaman).

 
NB : Catatan ini dari berbagai sumber

Artikel terkait Blocking Area Perkebunan Kelapa sawit